10 Tips Diet Terburuk Yang Pernah Ada

10 Tips Diet Terburuk Yang Pernah Ada | Sedang menjalani diet? Berapa banyak artikel tentang diet yang sudah anda baca? Apakah beberapa atau semua tips diet di bawah ini pernah anda dengar dan lakukan? Kalau iya, hmmm…, anda tahu, anda tidak bisa begitu saja mempercayai yang anda baca.

lemak membuat gemuk?Meski begitu, anda telah berhenti makan kuning telur sejak lama, makan kentang goreng dengan rasa bersalah, segera berhenti makan apapun setelah jam 8, dan perilaku lain yang dengan sadar sengaja anda lakukan untuk menjaga berat badan tetap seimbang. Ok, bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa semua itu tips diet yang keliru? Tidak percaya? Baca juga dengan alasannya ya….

Inilah 10 tips diet terburuk yang pernah ada
ditulis ulang dari Huffingtonpost

Lemak membuat anda gemuk

Kenapa keliru: Tergantung dengan jenis lemak yang anda konsumsi, begitu kata Tricia Psota, RD, seorang ahli nutrisi di Washington D.C. “Lemak dalam chips, cookies, dan makanan berminyak lainnya bisa meningkatkan kolesterol dan resiko terkena penyakit tertentu. Tetapi lemak yang baik, misalnya kacang-kacangan, alpukat dan salmon, bisa melindungi jantung anda dan menyehatkan tubuh anda secara keseluruhan.” Dan ketika digabungkan dengan diet yang tepat, lemak yang baik ini bisa menjaga anda supaya tidak gemuk, tambah Sharon Palmer, RD, pengarang buku The Plant Powered Diet.

Berhenti makan snack supaya lebih langsing

Mengapa keliru: makan sejumlah kecil cemilan, dalam jeda waktu tertentu adalah cara bagus untuk menghindari rasa lapar, membatasi porsi, dan memungkinkan pilihan nutrisi yang lebih beragam, kata Mike Clancy, CDN, seorang personal trainer di David Barton’s Gym di New York. “Snack bagus seperti nuts, buah-buahan, dan yoghurt akan menjaga tingkat energi anda tetap tinggi sepanjang hari.” Mau bukti? Diet 400 kalori – yang terdiri dari tiga atau empat kali makan ditambah dengan snacks – bisa membantu anda mengurangi berat badan sebanyak 11 pounds hanya dalam dua minggu!

Kalori adalah Kalori – Hitunglah!

Kenapa buruk: “Tidak semua kalori itu sama,” kata Clancy. “Jenis kalori, waktu konsumsinya, dan kualitasnya, bisa sangat berpengaruh pada akibatnya bagi tubuh,” lanjutnya. “Makanan menciptakan reaksi di dalam tubuh kita dan jenis makanan yang kita makan adalah komponen penting di dalam diet.”

Misalnya, 50 kalori dalam sebuah apel bisa membuat tubuh bereaksi secara berbeda dibanding misalnya terhadap 50 kalori dari kue keju, kata Clancy. “Kualitas kalori juga penting karena pengaruh kimiawi, hormon, dan kandungan lain yang ada dalam makanan olahan memberi pengaruh pada penyerapan makanan alami.” Kalori berkualitas adalah yang penuh nutrisi, misalnya yang kita dapat dari bayam. Kalori yang tidak mengandung nutrisi – atau disebut juga “empty calorie” – seperti yang ada di dalam kentang goreng.

Intinya adalah, kalori penting sebagai variabel untuk mengetahui batas asupan makanan, tetapi kalori sama sekali bukan satu-satunya faktor dalam nutrisi yang baik, lanjut Clancy.

Jangan makan karbohidrat!

Mengapa ini tidak masuk akal: Penelitian tentang karbohidrat sering disalahartikan, kata Chrissy Carroll, MPH, RD, pendiri Inspired Wellness Solutions, LLC. “Ok, memang benar asupan karbohidrat dari sumber yang telah di murnikan, misalnya white bread atau white rice, mungkin menyebabkan peningkatan berat badan atau menambah resiko penyakit kardiovaskular. Tetapi tidak ada penelitian yang hasilnya mengatakan bahwa karbohidrat sehat, misalnya whole grains, buah-buahan, sayuran, atau legumes, bisa berpengaruh buruk pada kesehatan dan berat badan. Justru sebaliknya, banyak studi yang menyarankan diet tinggi karbohidrat dari makanan tanpa pemurnian untuk hasil diet yang lebih baik.”

Ada contoh kasusnya, pada 2002, penelitian yang dilakukan American College of Nutrition menunjukkan bahwa penggantian refined grains dengan whole-grains dan grain yang diolah seminimal mungkin, dibarengi dengan konsumsi buah-buahan dan sayuran bisa menekan kebutuhan dietary glycemic dan insulin. Hal ini, pada gilirannya, juga akan mengurangi resiko diabetes dan penyakit jantung, kata Kristin Kirkpatrick, MS, RD, menejer dari sebuah layanan nutrisi di Cleveland.

Jadi, tetap makanlah karbohidrat. Utamakan yang berasal dari makanan tanpa pengolahan berlebihan dan buah-buahan.

Makanlah Sebanyak Mungkin Protein

Kenapa keliru: Maaf, makan protein dalam jumlah besar bukanlah kunci keberhasilan diet. Mengapa? Karena tubuh pada dasarnya membutuhkan tiga nutrisi utama: protein, karbohidrat, dan lemak, kata Rania Batayneh, MPH, seorang ahli nutrisi dan pengarang The One One One Diet, – dan fokus pada protein untuk diet itu omong kosong.

Kurangi gluten – dan Anda akan langsing

Mengapa keliru: Tidak ada bukti ilmiah bahwa gluten secara langsung membuat berat badan meningkat. Masalahnya adalah kita terlalu banyak memakan refined grains – makanan yang dibuat dari white flour atau refined grains lain, kata Palmer.

Dan berhenti mengkonsumsi gluten tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anda bisa mengakibatkan kekurangan nutrisi, seperti serat, besi, vitamin B12 dan magnesium, kata MaryAnne Metzak, CDN, seorang ahli nutrisi dari Southampton, NY.

Untuk saat ini, fokuslah pada konsumsi whole grains dalam porsi sedang.

Anda membakar lebih banyak kalori dengan berolah raga dalam keadaan perut kosong

Mengapa keliru: Berolah raga dalam keadaan kenyang atau lapar tidak mempengaruhi kalori yang terbakar – tetapi berolah raga tanpa asupan makan yang cukup bisa mengakibatkan kehilangan massa otot, itulah yang ditemukan dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Strength and Conditioning Journal. Ok, asupan gula akan memberi otot anda tenaga, tetapi minuman dengan bahan additive bisa membahayakan kesehatan, kata Sanda Moldovan, DDS, MS, CNS, seorang diplomat dari American Academy of Periodontology.

Daripada begitu, makanlah buah-buahan yang berasa manis, seperti pisang, peach, atau mangga sebelum anda berkeringat. Atau cobalah satu ons cokelat hitam yang sama dengan campuran caffeine dari setengah gelas kopi. “Cokelat juga mengandung substansi yang membuat kita merasa nyaman, yang disebut neurotransmitters, yang juga dikeluarkan tubuh ketika kita sedang berolah raga,” kata Moldovan.

Makanlah setiap dua jam untuk menjaga metabolisme tubuh

Mengapa salah: Tidak makan apapun selama empat atau lima atau bahkan delapan jam sebelum makan dengan porsi normal tidak akan membuat metobolisme tubuh menurun, kata Monica Reinagel, MS, seorang ahli nutrisi dari Baltimore. “Makan lebih sering memang akan membantu mengatasi rasa lapar, yang bisa membantu anda menahan godaan untuk makan berlebihan. Tetapi kalau anda berniat melakukan ini, anda harus sangat hati-hati menjaga jumlah atau besaran porsi tiap kali mengemil ini dengan jumlah yang sangat sedikit,” katanya. “Dilain pihak, makan setiap dua jam bisa dengan mudah menambahkan jumlah kalori yang masuk setiap harinya.”

Awasi makan anda sepanjang minggu, tapi senangkan perut anda pada akhir minggu

Kenapa tidak bisa dibenarkan: Membuat akhir minggu sebagai waktu bebas makan bisa menghancurkan seluruh upaya sepanjang minggu tersebut, kata Batayneh. “Pada saat weekend, kita cenderung untuk tidur lebih banyak, mungkin meninggalkan olah raga, biasanya meminum lebih banyak alkohol dan makanan yang lebih berat. Jadi, kalau anda berhasil mengurangi 1 atau 2 pound antara hari Senin sampai Jumat, akan kembali lagi pada saat itu yang menghancurkan upaya penurunan berat badan anda.”

Swear Off Forbidden Foods

Mengapa keliru: Ketika sedang berdiet, kebanyakan orang akan menganut azaz “semua atau tidak sama sekali” dan sangat sulit untuk menjaga keseimbangan sikap, kata Batayneh. “ Anda harus menyadari bahwa anda tidak boleh makan pizza, kentang goreng, kue cokelat – semuanya dalam satu hari, tapi – dengan perencanaan yang matang – anda tetap bisa menikmati makanan itu ketika mereka disajikan. Jika begitu, cobalah berbagi dengan orang lain. Kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang dengan bijak tidak menolak “makanan terlarang” justru yang berhasil menjalankan dietnya.

Daftar istilah:

  • gluten
  • whole grains
  • refined grains
  • white flour
  • nuts

Istilah diatas terlalu umum untuk saya coba terjemahkan, karena pengertiannya yang luas. Mohon maaf. Untuk memahami maksudnya, silahkan cari di Wikipedia.

0 comments:

Posting Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2011-2013 Selalu Sehat is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger