Jerawat di Kulit Kepala

Tips Mengatasi Jerawat di Kulit Kepala | Jerawat? Di kulit kepala? Memang ini tidak dialami semua orang. Tapi ketika kulit kepala berjerawat, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya? Lalu, gejalanya seperti apa? Tidak seperti jerawat di wajah yang bisa kita dan orang lain lihat dengan mudah sampai membuat tidak percaya diri, jerawat di kulit kepala ini tidak terlihat. Diinceng pakai cermin pun tidak semua area kulit kepala bisa kita amati kan? hehe….
Karena tidak mudah dilihat, maka kita jadi kesulitan juga untuk menentukan apakah rasa gatal dan perih di kulit kepala itu karena jerawat atau ketombe, atau bisa jadi karena sudah tumbuh uban, wkwkwk. Lalu bedanya apa donk?
jerawat di kulit kepalaBedanya begini, ketombe meninggalkan serpihan. Jadi ketika kulit kepala anda terasa gatal, tempelkan jari anda, lalu lihat, jika ada serpihan berarti itu ketombe, kalau yang terasa adalah benjolan kecil, berarti itu jerawat. Kalau uban, mending minta bantuan orang lain untuk melihat dech, dari pada asal cabut malah rambut hitam anda yang tercabut.

Siapa yang paling beresiko mengalami jerawat di kulit kepala?

  • Wanita berjilbab. Biasanya wanita yang berjilbab mengalami ketombe atau jerawat tersebut karena rambutnya tertutup sehingga kulit kepala kurang bernafas atau malas menyampo dengan frekuensi lebih dari wanita yang tidak berjilbab. Tentu saja yang dimaksud berjilbab ini kita artikan sebagai orang yang karena alasan tertentu selalu menggunakan penutup kepala, semisal topi, atau yang sering bepergian jarak jauh dengan sepeda motor sehingga kepala harus tertutup helm dalam waktu lama. Rajin keramas ya, itu saja.

Bagaimana terbentuknya jerawat di kulit kepala?

Kulit secara alami menghasilkan lapisan pelindung berupa minyak atau sebum yang diekskresi melalui folikel rambut dan pori-pori kulit. Produksi minyak yang berlebih, sel kulit mati dan partikel lainnya dapat menyumbat ekskresi minyak  sehingga timbul komedo. Komedo bersamaan dengan terperangkapnya bakteri dapat menyebabkan tmbulnya peradangan pada folikel rambut yang ditandai dengan bintil merah yang disebut papul atau bintil kuning dengan dasar merah disebut pustul. Bintil ini dapat berkembang menjadi lebih besar dan nyeri disebut nodul. Papul, pustul dan nodul ini yang biasa disebut jerawat.
Jadi pada dasarnya jerawat terbentuk karena sumbatan pada pori-pori kulit. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya sumbatan pada pori-pori kulit kepala, diantaranya yaitu faktor perubahan hormon dan stres. Kedua faktor tersebut dapat memicu produksi minyak berlebih.

Bagaimana mengatasi jerawat di kulit kepala?

Rasa gatal yang ditimbulkan jerawat tentunya membuat kita ingin menggaruk, tetapi menggaruk bukan ide yang baik karena dapat melukai kulit dan peradangan bertambah parah. Pertolongan pertama untuk mengatasi jerawat di kulit kepala adalah rajin keramas terutama jika sering menggunakan penutup kepala atau memiliki tipe kulit kepala berminyak, sampo yang mengandung asam salisilat dapat membantu mengangkat sel kulit mati yang menyebabkan penyumbatan pori-pori kulit kepala.
Jika jerawat tidak merespon pertolongan pertama atau sudah pada tahap parah yang ditandai dengan luasnya area peradangan dan banyaknya jerawat, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Jerawat yang sudah tahap parah dapat menyebabkan kerontokan rambut.
Bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah munculnya jerawat di kulit kepala dapat dilakukan dengan rajin keramas, mengurangi makanan berlemak dan menghindari stres. Intinya sih, jangan malas menyampo biar kulit kepala sehat selalu. Semoga tips ini bermanfaat.sumber: Meet Doctor, Kompasiana. Credit foto: Femina






0 comments:

Posting Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2011-2013 Selalu Sehat is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger